Perbandingan Listrik Prabayar dan Pascabayar

Digital Ramadhan

Sebelum adanya sistem listrik prabayar atau token listrik, hampir disetiap rumah-rumah masyarakat di Indonesia menerapkan sistem pascabayar. Masyarakat menggunakan listrik seperti biasa dan menerima tagihan listrik di akhir bulan, sesuai energi yang dipakai. Dengan sistem listrik prabayar, masyarakat membeli kuota energi listrik dalam satuan kWh dan mengatur sendiri penggunaannya sesuai dengan harga token listrik yang dibeli. Sistem pembayaran listrik prabayar ini dianggap membantu masyarakat dalam menghemat pengeluaran. Berikut perbandingan listrik prabayar dan listrik pascabayar.

  • Pengertian Listrik Prabayar dan Pascabayar

Listrik prabayar atau token listrik merupakan sistem pembayaran listrik yang berada di awal, di mana pelanggan dapat mengendalikan berapa banyak energi listrik yang ingin digunakan. Sedangkan listrik pascabayar adalah listrik yang metode pembayarannya dibayarkan pada akhir bulan sesuai dengan energi listrik yang digunakan. Alat meteran listrik masih berbentuk analog, berbeda dengan listrik prabayar yang sudah digital atau disebut bargainser. Apabila menggunakan listrik prabayar kita tidak perlu khawatir jika tidak mampu membeli, karena terdapat banyak opsi harga token listrik, dimulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 1 juta. Apabila ada kenaikan Tarif Daya Listrik (TDL), listrik prabayar tidak akan terpengaruh, dan kWh yang telah dimasukkan ke dalam meteran listrik prabayar tidak ikut naik.

  • Kelemahan dan Kelebihan Listrik Prabayar

Keuntungan terbesar dari penggunaan listrik prabayar yaitu pemakaian listrik yang dapat disesuaikan dengan anggaran belanja. Namun, biaya listrik prabayar tetap bergantung pada penggunaan listrik di rumah. Luas rumah juga akan memengaruhi konsumsi listrik yang lebih besar umumnya akan memerlukan token yang lebih besar. Sistem listrik prabayar biasanya cocok digunakan di rumah kontrakan atau kos. Listrik prabayar bisa dikendalikan oleh masing-masing penghuni kontrakan atau kos, dan pemilik tidak perlu repot-repot membayar tagihan setiap bulan. Perhitungan berapa token yang harus dibeli dalam sistem listrik prabayar dapat dilakukan dengan mengalikan tarif dasar listrik dengan total pemakaian listrik

  • Kelemahan dan Kelebihan Listrik Pascabayar

Kelebihan yang dimiliki oleh listrik pascabayar adalah ketersediaan listrik yang tidak terbatas setiap bulan. Sebaliknya, karena hal yang sama kita bisa terlena dalam menggunakan listrik sehingga tagihan pada akhir bulan membengkak. Apabila penghuni tidak dapat melunasi tagihan, PLN akan memutus aliran listrik sehingga rumah akan gelap gulita. Berbeda dengan listrik prabayar, ada pula pembebanan biaya admin dan pajak meskipun tidak ada konsumsi listrik di rumah. Bagi sebagian orang, masuknya petugas PLN ke dalam rumah untuk mencatat angka di meteran listrik dirasa mengganggu privasi. Hal tersebut menjadi kelemahan apabila menggunakan listrik pascabayar. Bagi pengguna listrik pascabayar, disarankan untuk jeli membandingkan besaran biaya pembayaran listrik setiap bulan dari struk tagihan dengan besaran listrik pada meteran listrik. Terkadang, hasilnya berbeda dengan meteran listrik pada bargainser.

  • Cara Mudah Menghemat Listrik di Rumah agar Tak Jebol

Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan listrik prabayar maupun pascabayar, sekarang saatnya mencari tahu cara menghemat penggunaan listrik di rumah. Jadi, baik menggunakan listrik prabayar maupun listrik pascabayar pengeluaran tetap terkendali. Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menghemat listrik.

  1. Matikan lampu saat tidak digunakan. Misalnya, matikan lampu kamar mandi setelah selesai menggunakannya.
  2. Ganti lampu pijar dengan LED. Lampu LED memang lebih mahal, tapi dapat menghemat biaya listrik dalam jangka panjang dan tahan lama.
  3. Cabut kabel dan semua peralatan elektronik saat tidak digunakan. Jika sudah selesai menggunakan pengering rambut, misalnya, langsung cabut dari saklar.